Prodi SKI Pacu Mahasiswa Limit Lulus
Prodi SKI Pacu Mahasiswa Limit Lulus
Prodi SKI menyelenggarakan kegiatan Akselerasi Mahasiswa Limit Studi sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi mahasiswa angkatan 2019, 2020, dan 2021 untuk mempercepat masa studi dan menyelesaikan tugas akhir tepat waktu. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari tiga angkatan tersebut beserta Dosen Pembimbing Akademik (DPA) masing-masing. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin dan tradisi akademik Prodi SKI ini secara khusus memberikan perhatian kepada mahasiswa angkatan 2019 yang memiliki batas akhir studi pada Agustus tahun ini. Melalui program ini, Prodi SKI menegaskan komitmennya untuk mewujudkan program Zero Drop Out (Zero DO) dengan mempertemukan mahasiswa limit studi bersama DPA guna membangun strategi penyelesaian studi secara terarah dan terukur.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi SKI, Fatiyah, S.Hum., M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab akademik Prodi terhadap mahasiswa limit studi. Mahasiswa angkatan 2019 diingatkan bahwa batas akhir yudisium adalah Agustus, dan apabila tidak mendaftar pada periode tersebut, maka akan dinyatakan keluar secara otomatis sesuai ketentuan akademik. Prodi SKI menyediakan berbagai fasilitas percepatan, salah satunya melalui Klinik Metodologi, yang dilaksanakan setiap malam Jumat di Basa-Basi Sorowajan. Klinik ini terbuka bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan atau konsultasi dalam penyusunan proposal maupun skripsi. Mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 yang belum melaksanakan seminar proposal juga menjadi perhatian utama. Prodi mendorong mahasiswa untuk segera mendaftar seminar proposal dan aktif berkonsultasi agar proses akademik berjalan lancar.
Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Himayatul Ittihadiyah, M.Hum., membagikan pengalaman pribadinya saat berada dalam masa limit studi. Ia menegaskan bahwa limit studi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan momentum untuk membangun komitmen dan target penyelesaian. Beliau menekankan pentingnya kesabaran, konsistensi, dan mental sebagai peneliti. Menurutnya, penyusunan skripsi bukan soal pintar atau tidak, melainkan ketekunan menjalani proses. Mahasiswa didorong untuk menentukan target konsultasi, aktif mencari data, dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan Prodi. Dalam sesi tanya jawab, beliau juga menyampaikan bahwa kejenuhan dan perbedaan pandangan dengan pembimbing adalah bagian dari proses akademik. Diskusi, legitimasi ilmiah, serta doa dan komitmen menjadi kunci untuk bangkit dan menyelesaikan studi.
Kegiatan Akselerasi Mahasiswa Limit Studi ini merupakan inisiatif nyata Prodi SKI dalam membangun budaya akademik yang suportif, solutif, dan kolaboratif. Melalui sinergi antara mahasiswa, DPA, dan Prodi, diharapkan target Zero DO dapat tercapai serta mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan penuh tanggung jawab dan optimisme. Prodi SKI menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk lulus tepat waktu, selama memiliki komitmen, kesabaran, dan kemauan untuk terus berproses.