Sharing Akademik dan Budaya Mahasiswa SKI bersama Mahasiswa University of Science and Technology Rusia
Sharing Akademik dan Budaya Mahasiswa SKI bersama Mahasiswa University of Science and Technology Rusia
Kamis, 6 April 2026, Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan kegiatan Visiting Lecturer Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa dari University of Science and Theology (UFA), Rusia, sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya di kalangan mahasiswa. Kegiatan Visiting Lecturer ini menjadi momentum penting dalam membangun ruang dialog akademik yang inklusif dan terbuka. Kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa SKI, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan yang bersifat dua arah. Dalam konteks pendidikan tinggi saat ini, interaksi lintas budaya menjadi aspek penting dalam membentuk cara pandang mahasiswa yang lebih luas, kritis, dan adaptif terhadap dinamika global.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan mahasiswa Rusia oleh pihak Fakultas Adab dan Ilmu Budaya bersama Program Studi SKI. Penyambutan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus simbol keterbukaan institusi terhadap kolaborasi internasional. Setelah prosesi penyambutan, para mahasiswa internasional diarahkan untuk mengikuti kegiatan perkuliahan bersama mahasiswa SKI.
Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini berlangsung pada pukul 10.30 hingga 12.00 WIB, di mana mahasiswa SKI angkatan 2024 mengikuti perkuliahan bersama Prof. Muhammad Wildan, M.A. Dalam sesi tersebut, suasana kelas menjadi lebih dinamis dengan kehadiran mahasiswa dari Rusia yang turut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Tiga mahasiswa asal Rusia yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Kamalov Rehat, Keeva Anastasia, dan Gianullina Gulsina, mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai kebudayaan Rusia. Mereka menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan akademik di kampus mereka, termasuk sistem pembelajaran, suasana perkuliahan, serta aktivitas mahasiswa di UFA.
Selain membahas aspek akademik, pemaparan juga mencakup kebudayaan Rusia secara lebih luas, seperti tradisi, kebiasaan masyarakat, hingga nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif, sehingga mahasiswa SKI dapat dengan mudah memahami serta membandingkan dengan konteks budaya di Indonesia. Tidak berhenti pada pemaparan materi saja, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Mahasiswa SKI diajak untuk mengenal dasar-dasar bahasa Rusia, mulai dari pengucapan sederhana hingga beberapa kosakata dasar yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menarik sekaligus menambah keterampilan linguistik mahasiswa dalam konteks internasional.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Hal ini tercermin dari keaktifan mahasiswa SKI dalam mengikuti sesi diskusi. Sebanyak empat mahasiswa SKI mengajukan pertanyaan yang menggali lebih dalam terkait berbagai aspek yang telah disampaikan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup perbandingan budaya antara Indonesia dan Rusia, sistem pendidikan di Rusia, serta pengalaman mahasiswa Rusia dalam menjalani kehidupan akademik. Interaksi yang terjadi dalam sesi tanya jawab menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari mahasiswa, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembelajaran yang dialogis. Diskusi yang terbangun tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga reflektif, di mana mahasiswa dapat melihat perbedaan dan persamaan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran yang lebih luas.
Kegiatan Visiting Lecturer ini tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek akademik, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan soft skills mahasiswa, seperti kemampuan komunikasi lintas budaya, keterbukaan terhadap perbedaan, serta kemampuan berpikir kritis. Pengalaman berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional menjadi nilai tambah yang tidak selalu diperoleh dalam kegiatan perkuliahan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis Program Studi SKI dalam membangun jejaring internasional. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan dapat tercipta peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, maupun kegiatan akademik lainnya yang berskala internasional.
Prodi SKI memandang bahwa internasionalisasi bukan hanya tentang menghadirkan pihak luar ke dalam kampus, tetapi juga tentang membangun kesiapan mahasiswa untuk berinteraksi dalam konteks global. Oleh karena itu, kegiatan Visiting Lecturer ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa SKI dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih kaya dan beragam. Interaksi lintas budaya yang terbangun diharapkan mampu memperluas wawasan serta membentuk sikap yang lebih terbuka terhadap perbedaan. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.