Mahasiswa SKI mengikuti NSC Field School di Trawas dan Singapura

Ng Yun Xuan (NTU) dan Raisatul Mufahamah (UINSUKA) Presentation (Credit: David Kyle Latinis)
Mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, Raisatul Mufahamah terpilih menjadi salah satu dari dua belas peserta internasional sekolah lapangan di Trawas dan Singapura. 2018 NSC Field School kali ini bertema Arkeologi dan Sejarah Seni. Tahun ini merupakan tahun pertama penyelenggaran NSC Field School di Indonesia, setelah selama lima tahun NSC Field School diselenggarakan di Kamboja. NSC Field School bekerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
2018 NSC Field School diselenggarakan selama 3 minggu (22 Juli-11 Agustus), 16 hari di Trawas Indonesia dan 5 hari di Singapura. Kegiatan yang dilakukan di Trawas antara lain adalah eskavasi di daerah Kedungudi, Gunung Penanggungan. Peserta juga diajari keahlian-keahlian untuk pemetaan dan survey, arkelogi, photogrammetry, LiDAR Survey, dan ilustrasi menggambar artefak. Kegiatan tidak berhenti di sore hari, pada malam hari peserta mengikuti kuliah malam yang diampu oleh beberapa ahli di bidangnya seperti, Hadi Sidomulyo, Kwa Chong Guan, Hélène Njoto-Feillard, Károly Belényesy, Lydia Kieven, Andrea Acri, dan Soedarmadji Damais. Selain itu, para peserta diajak untuk mengunjungi candi-candi, petirtaan, dan museum di Jawa Timur yang berhubungan erat dengan Singhasari maupun Majapahit.
Setelah selesai di Trawas, kedua belas peserta melanjutkan leg kedua di Singapura. Kunjungan pertama bertempat di kantor ISEAS yang terletak di 30 Heng Mui Keng Terrace. Pada hari itu, peserta mengunjungi Archaeology Unit, ISEAS Library. Selain itu, perwakilan Puslit Arkenas, yakni Bambang Budi Utomo dan Shinatria Adhiyatama mempresentasikan pencapaian Puslit Arkenas selama sepuluh tahun terakhir. Ada empat poin yang mereka kemukakan seperti: Situs Gua Harimau (Sumatera Barat), Situs Tanah Basah (Pesisir Timur Pantai Sumatera), Situs Liyangan (Jawa tengah), dan U-Boat Jerman PD II (Laut Jawa). Kemudian, dilanjutkan oleh David Kyle Latinis yang berceritera tentang evolusi dan pentingnya sekolah lapangan di abad 21. Hari berikutnya, peserta mengunjungi beberapa kawasan historis dan museum, seperti Fort Canning, situs-situs eskavasi urban di Civic District, Asian Civilizations Museum, dan National Museum of Singapore. Keesokan harinya, giliran seluruh peserta mempresentasikan pengalaman dan proyek kecil mereka di hadapan para audiens di ISEAS. Raisa dan koleganya, Ng Yun Xuan, dari NTU mempresentasikan mini-research mereka dengan judul “Preliminary Statistics for Ceramics at Kedungudi”