UIN Sunan Kalijaga Jadi Narasumber Seminar di Azerbaijan Institute of Theology

Sebagai bagian dari implementasi kerjasama akademik antara UIN Sunan Kalijaga dan Azerbaijan Institute of Theology (AIT), dua dosen Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), Riswinarno dan Fatiyah, diundang sebagai narasumber seminar internasional pada 1 Oktober 2024 di Baku, Azerbaijan. Seminar ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani kedua lembaga pada Mei 2024 di Yogyakarta. Seminar berlangsung dalam satu sesi yang dipandu oleh Dr. Anar Gavarov, akademisi terkemuka dari AIT.

Riswinarno menyampaikan materi bertajuk "Diversity of Dwellings in the Indonesian Archipelago"yang membahas ragam arsitektur kediaman di Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana pengaruh budaya luar, seperti Hindu-Buddha, Tao-Confucian, dan Islam, membentuk pola arsitektur di Nusantara. Riswinarno menekankan bahwa keberagaman ini mencerminkan hubungan masyarakat dengan alam, Tuhan, dan sesama manusia. Materinya mengundang diskusi mendalam tentang bagaimana arsitektur dapat menjadi refleksi nilai-nilai budaya dan religius.

Fatiyah memaparkan hasil penelitiannya berjudul "Faith Amidst Poverty: Exploring the Religiosity and Religious Practices of Coastal Poor Community in Betahwalang Demak (Central Java Indonesia)."Ia menyoroti bagaimana masyarakat pesisir yang hidup dalam keterbatasan ekonomi tetap memiliki tingkat religiusitas yang tinggi. Temuannya menarik perhatian peserta seminar, terutama dalam membandingkan kehidupan keagamaan masyarakat di Indonesia dengan komunitas serupa di Azerbaijan.

Diskusi dalam seminar berlangsung dinamis, dengan peserta yang antusias bertanya mengenai berbagai aspek budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Beberapa pertanyaan bahkan mengejutkan karena menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap topik yang dibahas. Seminar ini menunjukkan pentingnya sosialisasi tentang Indonesia di dunia internasional untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan akademik global.

Selain seminar, delegasi UIN Sunan Kalijaga juga mengunjungi berbagai objek wisata budaya di Baku, seperti Old City dan Nizami. Mereka juga berkesempatan melihat situs bersejarah Islam, seperti Masjid Taza Pir, yang menggambarkan kekayaan budaya dan sejarah Islam di Azerbaijan. Kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi delegasi tentang hubungan sejarah dan budaya antara kedua negara.

Kegiatan ini mempererat kerjasama antara UIN Sunan Kalijaga dan Azerbaijan Institute of Theology sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan yang lebih luas. Riswinarno berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pemahaman mengenai studi keislaman internasional dan mendukung penelitian lintas budaya. Fatiyah menambahkan, temuannya dapat menjadi inspirasi bagi akademisi Azerbaijan untuk memperdalam studi serupa. Kerjasama ini diharapkan terus berkembang, memberikan manfaat bagi kedua institusi, dan memperluas peluang internasional bagi mahasiswa dan akademisi Indonesia.