Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Mengikuti Munas dan Seminar Nasional PPSI
.jpeg)
Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Mengikuti Munas dan Seminar Nasional PPSI
.jpeg)
Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Mengikuti Munas dan Seminar Nasional PPSI
.jpeg)
Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Mengikuti Munas dan Seminar Nasional PPSI
.jpeg)
Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Mengikuti Munas dan Seminar Nasional PPSI
.jpeg)
Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Mengikuti Munas dan Seminar Nasional PPSI
Sebagai salah satu anggota Perkumpulan Prodi Sejarah se-Indonesia, prodi SKI mengikuti rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanudin Makasar. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan tepatnya mulai tanggal 24 Agustus sampai dengan tanggal 27 Agustus 2023 ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Kegiatan pertama adalah focus group discussion (FGD) tentang “Penguatan Kelembagaan PPSI sebagai Penopang Program Studi Sejarah di Indonesia”, dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertemakan “25 Tahun Reformasi; Membaca Arah Baru Indonesia” dan diakhiri dengan Musyawarah Nasional bertepatan dengan berakhirnya periode kepengurusan PPSI.
FGD sebagai kegiatan pertama memberi ruang untuk membahas persoalan kurikulum dan kompetensi lulusan. Kedua hal itu menyiratkan adanya usaha untuk mencapai sinergi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi para calon sejarawan. Peninjauan mendalam terhadap perubahan struktur kebijakan penyelenggaraan pendidikan tinggi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dan dinamika bursa tenaga kerja yang secara langsung terkait dengan proses belajar mahasiswa maupun perkembangan karir alumni program studi Sejarah mesti segera dilakukan. Setiap program studi secara bertahap tentu harus beradaptasi terhadap perubahan-perubahan itu. Langkah awal yang dapat segera dilakukan PPSI ialah merumuskan dokumen asosiasi disiplin ilmu sejarah yang dapat menopang kebutuhan Program Studi Sejarah se-Indonesia untuk menanggapi perubahan seperti yang telah disebutkan di atas. Persoalan pokok yang dibahas mendalam pada kegiatan ini di antaranya ialahbahan kajian ilmu sejarah,body of knowledge, profil dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi, kurikulum dan struktur kurikulum, mekanisme magang, konversi MBKM, dan pengaturan format tugas akhir. Kesepakatan terhadap hal-hal ini dapat menjadi dasar ditetapkannya standar kompetensi lulusan program studi Sejarah se- Indonesia baik yang bernaung di bawah perguruan tinggi umum, perguruan tinggi yang dahulunya fokus pada kependidikan, maupun perguruan tinggi keagamaan, utamanya perguruan tinggi Islam.
Kemudian pada tahun 2023 menjadi tahun dimana Reformasi Indonesia ditandai dengan mundurnya Suharto pada 21 Mei 1998 diperingati untuk ke-25 kalinya. Tanggal tersebut merupakan salah satu puncak dari berbagai proses yang sudah terjadi sejak beberapa tahun sebelumnya. Sejak awal 1990an dorongan untuk “keterbukaan” semakin menguat. Keseluruhan proses ini terjadi di tengah bayang-bayang krisis ekonomi global yang akhirnya menghantam Indonesia. Pentingnya berbagai hal yang terjadi di Jakarta dan bahkan di tingkat global, tidak menutupi kenyataan adanya berbagai peristiwa di daerah yang mendorong lahirnya “Gerakan Reformasi”. Lahirlah kemudian perubahan dramatis di semua lini kehidupan masyarakat. Kehidupan beragama baik di ruang pribadi dan apalagi di ruang publik mengalami perubahan yang hebat sejalan dengan semakin meluasnya teknologi komunikasi yang menerobos batas ruang pribadi dan ruang publik. Perubahan yang besar ini juga melahirkan tantangan dan inovasi dalam pengajaran sejarah. Hal-hal dalam sejarah Indonesia yang di masa Orde Baru dianggap “pasti” dan “resmi” atau kadang dianggap tabu kini terbuka diperdebatkan di ruang publik yang mau tidak mau harus disikapi di ruang kelas dan ruang kuliah. Masa Pandemi sejak awal 2020 memperbesar tantangan dan memperkuat dorongan untuk menemukan inovasi danbest practicesdalam pengajaran. Dua puluh lima tahun reformasi menjadi momen refleksi seberapa jauh cita-cita reformasi terwujud juga selayaknya menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana penelitian, penulisan, pengajaran, dan ekosistem kesejarahan baik sebelum, masa-masa reformasi, hingga hari ini.
Memuncaki acara di sesi akhir adalah musyawarah nasional, khususnya untuk memilih formatur yang bertugas untuk mempersiapkan struktur kepengurusan PPSI periode 2023-2027. Diawali dengan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya oleh Ketua Umum Dr. Ilham Daeng Makelo, M. Hum. Dilanjutkan pemilihan calon dan secara aklamasi memilih dan memutuskan Dr. Zulqaiyyim, M. Hum. dari Universitas Andalas sebagai formatur baru periode selanjutnya